Bunciring Gen-2, Inovasi Berkelanjutan SMP Negeri 1 Rejoso

Bunciring (saBun cuCi piRing ramah lingkungan) merupakan produk ekstrakurikuler Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) SMP Negeri 1 Rejoso yang telah dikembangkan sejak tahun 2022. Bunciring dibuat dengan Metil Ester Sulfonat (MES) sebagai bahan dasar dan eco enzyme. Sebagai produk yang terus dikembangkan, Bunciring mengalami beberapa pembaruan agar kualitasnya semakin baik dan dapat diterima oleh masyarakat luas. Pembaruan Bunciring dilakukan secara bertahap, mulai dari penambahan foam booster, Coco Glucoside, variasi warna, hingga pembaruan formula untuk meningkatkan pH dan memaksimalkan daya bersih Bunciring.

Bunciring Gen-2 dikembangkan berdasarkan masukan konsumen terkait munculnya bau asam setelah disimpan dalam waktu lama. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi anggota ekstra PLH untuk melakukan kajian dan beberapa kali percobaan. Hasilnya, formula diperbarui dengan penambahan baking soda untuk membantu meningkatkan pH sabun. Bunciring Gen-2 menjadi wujud upaya SMP Negeri 1 Rejoso dalam melakukan perbaikan dan inovasi secara berkelanjutan.

 

Manfaat Bunciring

Bunciring dikembangkan dengan beberapa manfaat, yaitu:

·         Hemat air dan ramah lingkungan.

·         Membantu menghilangkan bau amis.

·         Membantu mengangkat lemak.

·         Mendukung ekonomi sirkular.

 

Kemasan Ramah Lingkungan

Kepedulian terhadap lingkungan juga diterapkan melalui penggunaan kembali botol bekas sebagai kemasan Bunciring. Pemanfaatan botol yang masih layak pakai mendukung ekonomi sirkular dan program Adiwiyata sekolah serta membantu mengurangi timbulan sampah.

 

Alat dan Bahan Pembuatan Bunciring Gen-2

Alat:

·         Morong plastik

·         Wadah plastik besar

·         Wadah plastik kecil

·         Sendok makan plastic

·         Spatula kayu

·         Botol bekas untuk kemasan Bunciring

Bahan:

·         50 gram MES sebagai bahan dasar sabun dari kelapa sawit.

·         37,5 gram garam sebagai pengental.

·         12 gram baking soda untuk membantu meningkatkan pH sabun.

·         250 ml eco enzyme sebagai bahan sabun hasil fermentasi limbah organik.

·         500 ml air dingin yang sudah diberi warna sebagai pelarut.

·         500 ml air panas sebagai pelarut.

·         3,5 sendok makan foam booster sebagai penambah busa.

·         3,5 sendok makan Coco Glucoside untuk membantu memberikan sensasi lebih lembut pada kulit.

·         3,5 sendok makan parfum sebagai pewangi.

 

Langkah-Langkah Pembuatan Bunciring Gen-2

1.    Tuangkan air panas ke dalam wadah plastik besar dan wadah plastik kecil.

2.    Tambahkan MES sedikit demi sedikit ke dalam wadah plastik besar sambil diaduk perlahan hingga larut. Larutkan garam dan baking soda secara terpisah di dalam wadah plastik kecil, kemudian aduk pelan.

3.    Setelah MES larut sempurna dan bening, tambahkan air dingin berwarna, lalu aduk hingga rata dan suhunya turun.

4.    Setelah larutan MES dingin, masukkan foam boster, Coco glucosido, dan parfum. Aduk hingga rata.

5.    Tambahkan eco enzim, kemudian aduk hingga rata

6.    Tambahkan larutan garam sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga larutan mengental.

7.    Tuangkan bunciring ke dalam botol, kemudian diamkan selama minimal 20 jam.

8.    Bunciring siap digunakan.


 



Bunciring sebagai Wujud Inovasi Siswa

Bunciring Gen-2 merupakan hasil dari proses belajar, mencoba, mengevaluasi, dan melakukan pembaruan. Melalui kegiatan ekstra PLH, siswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga mengembangkan produk berdasarkan masukan dan kebutuhan masyarakat. Proses tersebut menjadi sarana bagi siswa SMP Negeri 1 Rejoso untuk mengasah kreativitas sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUNCIRING WARNA WARNI PRODUK BARU INOVASI SMPN 1 REJOSO PASURUAN

BUNCIRING (saBun cuCi piRing) ramah lingkungan SMP NEGERI I REJOSO KABUPATEN PASURUAN