NEEBS: Sabun Padat Ramah Lingkungan, Inovasi Kreatif Siswa SMP Negeri 1 Rejoso
NEEBS (Natural Eco Enzyme Body Soap) adalah sabun padat berbahan eco enzim dan minyak yang dibuat oleh ekstra PLH SMPN 1 Rejoso. Produk awal sabun ini aman di kulit tetapi tidak tahan lama, karena tekstur sabun sangat lunak sehingga timbul ide untuk memperbaiki produk NEEBS agar lebih tahan lama. Dari beberapa percobaan dengan berbagai sumber literatur, ekstra PLH berhasil memperbaharui NEEBS sehingga tekstur sabun lebih keras dan lebih tahan terhadap air. Selain itu, pengembangan produk kali ini menjadikan sabun ini memiliki kualitas yang lebih baik yaitu dapat melembabkan kulit dengan sensasi segar dan dingin serta beraroma wangi. Bahan untuk perbaikan ini diperoleh dari komposisi campuran 3 minyak yaitu minyak kelapa, minyak zaitun, minyak sawit dan penambahan kristal mint untuk menghasilkan sensasi segar dan dingin, aroma pewangi
Manfaat
NEEBS
1. Dapat
melembabkan kulit
2. Dapat
menghilangkan bau badan
3. Dapat
mengurangi gatal-gatal
Alat:
1. Baskom
2. Spatula kayu
3. Spatula plastik
4. Pengocok telur
5. Pipet
6. Cetakan
7. Karton
8. Lap kain
Bahan:
1.
Palm
oil = 200gram
2.
Coco
oil = 100gram
3.
Olive
oil = 50gram
4.
NaOH
= 54,1gram
5.
Air
destilasi (air Cleo) = 108,2gram
6.
Ecoenzyme
= 25gram
7. Mint = 5gram
8. Pewarna = 5tetes (secukupnya)
Langkah pembuatan:
1. Persiapan
Cairan Lye:
Campurkan NaOH ke
dalam wadah berisi air destilasi atau air Cleo secara perlahan (jangan
dibalik). Aduk hingga larut. Suhu akan meningkat drastis, diamkan hingga turun
ke suhu ruang (sekitar 30-35°C).
Catatan: akan tercium
bau sangat tajam saat bereaksi antara air destilasi atau air cleo dengan NaOH,
ini normal. Hati-hati jangan terlau dekat dengan larutan atau mencium bau ini,
karena bisa menimbulkan sesak nafas. Hati-hati jangan sampai terkena cairan ini
karena bersifat korosif. Sehingga harus menggunakan sarung tangan karet dan
masker.
2. Pencampuran
Minyak:
Campurkan seluruh
minyak yaitu minyak kelapa, minyak zaitun, minyak sawit dalam
satu wadah besar.
3. Mixing:
Tuangkan larutan NaOH
(Lye) ke dalam wadah minyak. Aduk menggunakan hand blender atau pengaduk.
Tambahkan ecoenzyme, mint dan pewarna, aduk lagi hingga mencapai fase Trace
(tekstur mengental seperti puding/mayones).
4. Cetak:
Tuang adonan ke dalam
cetakan silikon. Hentakkan perlahan untuk membuang gelembung udara dan agar
permukaannya rata. Berikan alas kardus padacetakan dan bagian atas cetakan
tutplah dengan kardus. Selimuti cetakan tersebut untuk menjaga suhu sabun agar
tetap stabil semala curing.
5. Curing:
Diamkan selama 24-48 jam sampai sabun mengeras. Setelah dipotong, sabun wajib disimpan di tempat kering berangin (proses curing) selama 4-6 minggu sebelum digunakan agar pH-nya stabil dan aman di kulit.
Catatan Penting
- Gunakan APD: Selalu pakai sarung tangan karet, masker, dan kacamata pelindung saat menangani soda api.
- Wadah: Gunakan wadah plastik tebal (HDPE), stainless steel, atau kaca tahan panas. Hindari wadah aluminium karena akan bereaksi dengan soda api.
- Kualitas Eco-Enzyme: Pastikan eco-enzyme yang digunakan sudah matang sempurna (minimal 3 bulan) agar hasil sabun tidak berbau busuk.

Komentar
Posting Komentar